Selasa, 04 Februari 2025

Lagu Indonesia Raya sempat mengalami beberapa perubahan seiring dengan berjalannya waktu.

 Lagu Indonesia Raya sempat mengalami beberapa perubahan seiring dengan berjalannya waktu. Lagu yang pertama kali diciptakan oleh komponis Wage Rudolf Supratman ini awalnya memiliki 3 stanza dan diberi judul “Indonesia Merdeka”. Kata merdeka pada judul lagu tersebut kemudian diganti menjadi “Raya” karena pada masa itu kata merdeka masih sangat sensitif.Menurut Kemendikbud, lagu ini pertama kali didengarkan dan dimainkan oleh WR Supratman pada 28 Oktober 1928. Berikut adalah lirik lagu Indonesia Raya asli hasil ciptaan WR Supratman:



Lirik Lagu Indonesia Raya Stanza I

Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku, Di sanalah Aku Berdiri, Jadi Pandu Ibuku,


Indonesia Kebangsaanku, Bangsa dan Tanah Airku, Marilah Kita Berseru, Indonesia Bersatu.


Hiduplah Tanahku, Hiduplah Negeriku, Bangsaku, Rakyatku, Semuanya,


Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya, Untuk Indonesia Raya.


Reff:


Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka, Tanahku, Negriku yang Kucinta,


Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka, Hiduplah Indonesia Raya


Stanza II

Indonesia Tanah Yang Mulia, Tanah Kita yang Kaya, Di sanalah Aku Berdiri, Untuk Slama-lamanya,


Indonesia Tanah Pusaka, Pusaka Kita Semuanya, Marilah kita Mendoa, Indonesia BahagiaSuburlah Tanahnya, Suburlah Jiwanya, Bangsanya, Rakyatnya, Semuanya.


Sadarlah Hatinya, Sadarlah Budinya, Untuk Indonesia Raya.


Reff:


Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka, Tanahku, Negriku yang Kucinta,


Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka, Hiduplah Indonesia Raya


Stanza III

Indonesia Tanah Yang Suci, Tanah Kita Yang Sakti, Di sanalah Aku Berdiri, N’jaga Ibu Sejati,


Indonesia, Tanah Berseri, Tanah Yang Aku Sayangi, Marilah Kita Berjanji, Indonesia Abadi,


S’lamatlah Rakyatnya, Slamatlah Putranya, Pulaunya, Lautnya, Semuanya.


Majulah Negrinya, Majulah Pandunya, Untuk Indonesia Raya,


Reff:


Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka, Tanahku, Negriku yang Kucinta,


Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka, Hiduplah Indonesia Raya

#sejarah #sejarahindonesia #indonesiamerdeka #thejadoel #tempodulu #fyp #foryourpage

#lawas #videolawas #arsipsejarah  #laguindonesiaraya #laguwrsupratman #rells

Sabtu, 28 September 2024

TELIK SANDI RATU KALINYAMAT

 TELIK SANDI RATU KALINYAMAT


Zaman dahulu disebut Telik Sandi, era sekarang dikenal Intelijen. Yakni seseorang yang diberi tugas khusus, biasanya dikemas dalam penyamaran untuk menutupi identitas, demi mengumpulkan data atau bukti-bukti, tidak lepas dari memantau gerak-gerik target operasi. Memiliki berbagai tujuan, intinya bermisikan rahasia. Susah ditebak, kecuali sesama Telik Sandi.


Teringat sejarahnya Ratu Kalinyamat, Pendekar tanpa tanding, perempuan Jawa yang tangguh. Setidaknya memiliki 400-an Telik Sandi terlatih. Disebar di Jawa dan menyusup keberbagai kerajaan yang ada di luar Jawa. Bahkan ada yang pura-pura jadi antek-antek Portugis. Untuk apa demikian?! Silahkan baca keterangan saya diparagraf pertama. Biar tidak gagal fokus!


Suatu hari seorang Pangeran, salah satu putra Kasultanan Samodra Pasai hendak diculik oleh pasukan Portugis. Targetnya dibunuh!


Skenario pembunuhan direkayasa seolah-olah dilakukan oleh prajurit utusan Ratu Kalinyamat. Kemudian Portugis lepas tangan! Artinya jika terlaksana secara mulus, Ratu Kalinyamat akan bentrok dengan Sultan Samodra Pasai. Adu domba tingkat sadis!


Portugis berpikir Wong Jawa tidak memiliki skill sebagai Intelegen yang berkapasitas brilian. Siasat pun dijalankan! Beberapa Wong Jawa dibeli dengan kepingan emas, wanita cantik-cantik dipersiapkan, arak kelas kakap dihidangkan.


Berbulan-bulan pesta digelar, tentu demi menyenangkan beberapa Wong Jawa yang dianggap bisa dijadikan bonekanya. Dan Portugis beranggapan berhasil! Padahal gagal total!


Beberapa Wong Jawa itu sesungguhnya pasukan Telik Sandi Ratu Kalinyamat. Sebelum beraksi perintah pembunuhan terhadap Sang Pangeran Kasultanan Samodra Pasai berlangsung, jauh-jauh hari Sang Ratu Kalinyamat sudah menyiapkan siasat lebih cerdik.


Skenario pembunuhan ala Portugis dijalankan, namun yang dibunuh bukan Sang Pangeran, akan tetapi salah satu pesuruh Portugis. Penghianat wajib dibabat! Lebih awal lebih baik. Ini maklumat, mulut manis bermuka dua harus dilenyapkan dari Nusantara.


Kemudian! Mayat yang disangka Pangeran, diserahkan! Dengan catatan, dijemput sendiri dengan kapal besar Portugis, tepatnya dipertengahan selat Malaka dan wajib diterima langsung oleh pemimpin pasukan. Ini sudah menjadi perjanjian sekaligus skema di awal.


Singkat cerita! Kapal besar Portugis sudah berada di tengah Selat Malaka, mayat itu dikirim dan diserahkan dengan sampan kecil, ditarik sendiri oleh pemimpin prajurit Portugis. Mereka senang, misinya tercapai. Samodra Pasai akan bertempur dengan Wong Jawa. Pikirnya!


Beberapa saat kemudian tiba-tiba kapal Portugis oleng, ternyata kapal yang menunggu mayat selama berjam-jam sudah dilobangi, dibobol para Pasukan Ratu Kalinyamat dari bawah gardan. Dengan metode sangat rapi dan profesional.


Tragis! Kapal itu tenggelam dan semua tewas. Adapun yang awal mulanya mencoba berenang langsung dihajar dengan panah. Musnah sudah, hingga ke akar-akarnya!


Petarung sejati tidak perlu berisik tatkala menumbangkan lawan! Musuh lenyap dalam senyap. Wong Jawa Merobohkan musuh tanpa butuh teriakan!!!


Sejak tragedi itu Ratu Kalinyamat diberi julukan kerajaan Portugis sebagai Ratu Jawa nan cantik, lemah lembut terhadap sesama Wong Jawa, namun teramat keji terhadap Portugis dan antek-anteknya.

Lagu Indonesia Raya sempat mengalami beberapa perubahan seiring dengan berjalannya waktu.

 Lagu Indonesia Raya sempat mengalami beberapa perubahan seiring dengan berjalannya waktu. Lagu yang pertama kali diciptakan oleh komponis W...