Buat para insinyur Belanda, yang berasal dari negeri yang umumnya berkontur datar, jalur kereta api di Hindia Belanda (Indonesia) adalah tantangan. Tidak mudah untuk membentangkan rel kereta yang memerlukan lahan landai, tetapi harus melewati perbukitan, dengan sungai, lembah, atau malah jurang di antaranya.
Tidak mengherankan, ketika mereka bisa menjawab tantangan ini, bahkan bisa menyambungkan rel dari Batavia hingga Bandung di tahun 1884, warga Belanda bangga dengan prestasi ini. Jalur rumit, yang menembus bukit dan melompati lembah, menjadi motif yang banyak muncul di foto dan kartu pos. Kartu pos, yang dikirim ke Belanda seolah-olah berkata ke warga Belanda di sana: "Kami punya ginian loh di sini."
Keterangan foto diambil tahun 1900an
Lokasi : viaduct di atas Ciherang, antara Malangbong dan Cipeundeuy (Garut)


