Senin, 14 Maret 2022

Generasi kita dalam dua puluh tahun terakhir

 #Sekedar_mengingatkan_utk_kita_semua....

20 tahun terakhir ini proses pematangan sexual (baligh) seorang anak semakin maju. Hal ini berlaku tidak hanya wanita, tp laki-laki juga.


Generasi kita mungkin anak wanita ketika SMP baru menstruasi, pun demikian laki-laki SMP baru mengalami mimpi basah.


Tp, saat ini kita akan banyak menemui anak wanita baru kelas 3(tiga) atau 4(empat) SD sdh mengalami menstruasi dan laki-laki kisaran kelas 5(lima) sdh mulai tumbuh jakun dan kumis. Menurut para ahli, banyak faktor yg membuat keadaan seperti itu.


Intinya...


Selalu perhatikan dan bimbing anak atau adik kita tatkala sdh mencapai tahapan itu.


Jangan perlakukan spt orang tua kita memperlakukan kita dahulu. Jangan pula biarkan anak atau adik kita mencari sendiri informasi tentang perubahan mereka terkait dg mulai aktifnya testosteron dan progesteron yg membuat mereka punya perasaan lain2 dg lawan jenisnya.


Jaman sudah berubah seiring perkembangan teknologi yg menyertai kehidupan kita. Tanamkan sedini mungkin tentang adab dan akhlak terkait pertumbuhan dan pergaulan dengan berbicara layaknya teman. Bicaralah dengan bahasa mereka.


Sebagai orang tua, kakak atau senior mereka, kita senantiasa harus belajar tentang mereka dan kepo dengan hal2 yg berkaitan dengan mereka.


Ingat pepatah Jawa...

"Galangan kalah karo golongan", yg maknanya kurang lebih, sebaik apapun kita membentengi mereka, klo mereka sudah keluar dr rumah dan bergaul dg teman2nya. Temanlah yg jd panutan mereka.


Jangan tertipu dengan sikap manis mereka tatkala dirumah. Cari informasi sebanyak mungkin ttg siapa teman dia, kemana saja dia main, apa saja yg dilakukan tatkala kumpul2...Dengan bahasa mereka....bukan dengan bahasa kita...


Semoga anak atau adik kita bs melalui masa remajanya dg baik dan kita bisa membersamainya dengan baik pula.

Selasa, 08 Maret 2022

Di mata yang di tempat jauh yang menghargai

Di mata yang di tempat jauh yang menghargai
========
Seorang anak sedang membersihkan kandang merpati ayahnya, ia memandangi merpati tersebut  dengan takjub..
Tak sadar ayahnya sudah berada di belakangnya.. "Kamu tahu berapa harga merpati itu?". Tanya sang ayah..
.
"Tidak tahu". Jawab si anak...
.
"Coba tawarkan kepada tetangga sebelah!!". Perintah ayahnya
.
Ia memfoto merpati itu dan menawarkan ke tetangga..
Kemudian kembali menghadap ayahnya. .
"Ditawar berapa nak?. .
"50.000 Rupia. Jawab si anak mantap..
.
"Coba tawarkan ke penjual merpati!!". Perintah ayahnya lagi..
.
"Baik yah". Jawab si anak...
.
"Berapa ia menawarnya itu?". Tanya ayahnya lg...
.
"300,000 Rupiah yah". Jawab si anak dengan gembira, ia mengira sang ayah akan melepas burung itu..
.
"Sekarang coba tawarkan ke Si Fulan, bawa ini sebagai bukti bahwa burung itu sudah pernah ikut lomba". Perintah ayahnya lagi..
.
"Baik ayah".  Kemudian ia pergi menemui si Fulan . Setelah selesai, ia pulang menghadap lg ayahnya
.
"Berapa ia menawarnya?".
.
"100 juta Rupiah yah".
.
Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu burung yang bisa berbed-beda..
.
"Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat..". Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ رَائِعُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَفْهَمُنَا
Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita.
وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مُمَيِّزُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يُحِبُّنَا
Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مَغْرُوْرُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْسُدُنَا
Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian terhadap kita.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ سَيِّئُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْقِدُ عَلَيْنَا
Kita adalah orang-orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri akan kita.

لِكُلِّ شَخْصٍ نَظْرَتُهُ، فَلاَ تَتْعَبْ نَفْسَكَ لِتُحْسِنَ عِنْدَ الآخَرِيْنَ
Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing, maka tak usah berlelah-lelah agar tampak baik...

Tapi berusahalah terus melakukan kebaikan dan menjalankan apapun dengan keikhlasan

Semoga bermanfaat🤲🙏😊😉👌

MEMANDU SHOLAT DENGAN MICROFON TANPA MENGIKUTI SHOLATNYA: BOLEH ATAU TIDAK?

 MEMANDU SHOLAT DENGAN MICROFON TANPA MENGIKUTI SHOLATNYA: BOLEH ATAU TIDAK?  


Permasalahan mengeraskan suara bagi yang bukan imam sebenarnya sudah tuntas dibahas sejak jaman dulu.  Para Sahabat juga sudah melakukannya dan tidak dilarang oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW. 


Ada beberapa contoh yang semisal ini di jaman Kanjeng Nabi.  Ada yang sama sekali berbeda tetapi ada sedikit kemiripannya, ada juga yang agak mirip dengan hal ini. 


Kisah pertama,  ialah ketika Kanjeng Nabi SAW meminta Sayyidina Abu Bakar RA untuk mengimami sholat ketika beliau kurang enak badan. 


Ternyata ketika sholat akan didirikan beliau sudah bisa sholat.  Kemudian beliau menunaikan sholat.  Uniknya,  Sayyidina Abu Bakar bermakmum kepada Kanjeng Nabi,  sedangkan Umat Islam sholat berjamaan diimami oleh Sayyidina Abu Bakar.  


Kisah kedua,  ketika jamaah sholat jumlahnya sangat banyak,  maka ada Sahabat yang berinisiatif mengeraskan bacaan setiap pergantian pergerakan sholat. 


Dan ternyata hal ini direstui Kanjeng Nabi dan diakui efektifitasnya oleh Sahabat lainnya. Bahka terkadang dalam satu sholat terdapat banyak makmum yang ikut mengeraskan bacaannya. 


Setelah jaman Kholifah Sayyidina Utsman Bin Affan RA,  Umat Islam semakin banyak dan jumlah peserta sholat berjamaah juga semakin banyak.  Sehingga diperlukan pemandu sebagai penguat suara Imam ketika Sholat.  


Maka ditempatkanlah orang-orang yang bertugas di tempat-tempat tertentu.  Di kemudian hari,  aktivitas ini disebut sebagai tabligh dan orangnya disebut Muballigh. 


Seiring berjalannya waktu,  mulai terjadi pertanyaan apakah Muballigh ini harus menjadi makmum sholat?  Nah dalam hal ini Imam Madzhab berbeda pendapat.  Ada yang mengatakan harus menjadi bagian dari makmum sholat.  Ada juga ulama yang berpendapat bahwa Muballigh tidak harus ikut sholat.  Sebab,  syarat menjadi Muballigh adalah bisa melihat gerakan Imam secara langsung. 


Sehingga dalam satu Masjid besar dengan jamaah yang sangat banyak harus ditempatkan beberapa Muballigh. Supaya para jamaah tidak tertinggal dengan Imamnya.  Apalagi Ulama bersepakat bahwa makmum yang tertinggal lebih dari 2 gerakan Imam bisa membatalkan sholat. 


Kemudian seiring berjalannya waktu, ditemukanlah teknologi pengeras suara.  Pada waktu itu sempat ditolak oleh para Ulama Saudi Arabia, lebih memilih menggunakan Muballigh daripada mengunakan speaker bagi Imam.  Terutama di Masjidil Haram. 


Sebab, disamping tidak ada contohnya jaman Nabi juga dalam prakteknya terdapat sudut-sudut yang suaranya tidak terjangkau oleh Imam pada masa itu.  


Di sisi lain,  Madzhab yang dipakai di Arab Saudi membuat aturan menjadi tidak fleksibel.  Kemudian,  ada Ulama dari Mesir yang mengqiyaskan bolehnya membaca Al Quran dengan menggunakan kacamata sebagai alat bantu. Sehingga pendapat ini diterima oleh Ulama Saudi Arabia. 


Lalu dibuatlah aturan baru bahwa Imam Sholat menggunakan mikrofon dan terdapat Muballigh cukup satu saja tetapi suaranya dibuat bisa didengar oleh seluruh jamaah di Masjid terbesar di dunia ini.  


Artinya, tradisi Muballigh sudah ada sejak dulu dan tidak perlu dipermasalahkan. Adapun Muballigh mengikuti sholat atau tidak juga tidak perlu dipermasalahkan.


Yang jadi masalah ialah pertama: asas kepatutannya. Dengan jamaah terbatas seperti itu apakah suara imam tidak bisa didengar jamaah sehingga harus diberi Muballigh? 


Kedua: menyelisihi kelaziman mayoritas umat Islam. Sehingga menimbulkan berbagai komentar aneh dan berpotensi merusak persatuan umat.  Sebab hal semacam ini sangat tidak lazim dilakukan di sini. Sedangkan pengamalnya sendiri belum tentu paham dasar-dasar dalil pengamalannya. Hanya kebetulan saja ada pwndapat Ulama yang memperbolehkan. 


Ketiga,  bukankah dilokasi tersebut terdapat Masjid. Mengapa harus sholat di pinggir jalan sedemikian rupa? 


Mari perkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyah kita. Jangan sampai mudah menghakimi sekalipun kita tidak cocok.  Namun,  kita wajib tetap waspada,  jangan sampai terpengaruh dengan kelompok yang maunya tampil beda.


Atau tampil bedanya dilakukan tanpa ilmu.  Hanya ngepasi bisa dicari celah dalil sebagai pembenarannya.  Padahal sebenarnya hanya kebetulan saja, bukan karena benar-benar tahu ilmunya.  Waspadalah...  


"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya.  Sesungguhnya pendengaran,  penglihatan dan hati , semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya" (QS Al Isro': 36).


Oleh: Shuniyya Ruhama 

Pengajar Ponpes Tahfidzul Quran Al Istiqomah Weleri Kendal

Kamis, 03 Maret 2022

3 Nasihat Sunan Kalijaga Lewat Lakon Semar

1 Ojo ngaku pinter yen durung biso nggoleki lupute awake dewe (Jangan mengaku pintar jika belum bisa mencari kesalahan dalam diri sendiri).

.

2. Ojo ngaku unggul yen ijeh seneng ngasorake wong liyo (Jangan mengaku unggul jika masih senang merendahkan orang lain).

.

3. Ojo ngaku suci yen durung biso manunggal ing Gusti (Jangan mengaku suci jika masih belum bisa menyatu dalam Gusti).

.

Semar sesungguhnya sudah dikenal masyarakat Jawa jauh sebelum Kanjeng Sunan Kalijaga lahir. Nama Semar sendiri bisa ditemukan misalnya dalam kakawin Siwa Sogata, Sanghyang Nawaruci dan Sudamala (yang juga terdapat dalam relief di Candi Sukuh). Beliau dipahami sebagai prototipe manusia Jawa sejati, sosok paripurna yang telah menemukan jati dirinya. Manusia Jawa sejati adalah ia yang senantiasa sadar diri, tahu diri, “sumeleh ing pamikir” (bersikap rendah hati dalam berpikir) dan “sumarah ing karep” (memasrahkan seluruh keinginan pada kehendak Gusti).

.

Kata “Jawa” sendiri oleh para leluhur dimaknai sebagai keadaan sadar, mengerti, eling, dan waspada. Meskipun seseorang keturunan Jawa, tetapi jika belum sadar diri dan tahu diri, oleh leluhur ia disebut “ora njowo”. Sebaliknya, meskipun seseorang bukan keturunan Jawa, tetapi jika senantiasa sadar diri dan tahu diri, ia disebut “njowo”. Itu sebabnya, kendati keturunan Arab, Syekh Siti Jenar sangat dimuliakan di tanah Jawa sebab beliau adalah sosok yang telah menemukan jati dirinya. Melalui lakon Semar dalam kesenian wayang, Kanjeng Sunan Kalijaga membabar ajaran tentang manusia Jawa sejati.

.

RATU KALINYAMAT jepara

 Ratu Kalinyamat tak hanya seorang Rainha De Jepara. Tapi dia seorang Sang Ratu Nusantara, yg mewarisi kejayaan Majapahit. Mengalir di dalam dirinya darah para ratu Nusantara mulai Ratu Shima Kalingga, Ratu Dyah Pitaloka Mataram Kuno, Ratu Kendedes Singasari, Ratu Rajapatni, Ratu Tribuwana Tunggadewi dan Ratu Suhita Majapahit. 


Sebagai pelanjut dan pewaris Majapahit, Ratu Kalinyamat mampu mengontrol seluruh Nusantara dari Malaka sampai Papua. Jepara menjadi "The Trully Ibu kota Nusantara" yg memutar roda peradaban Islam Nusantara. 


Kekuatan armada maritimnya siaga mulai perairan Mayong, Welahan, Teluk, Batu Kali, Krasak, Karangrandu, Kaliombo, Tedunan, Sowan, Kedung, Surodadi, Panggung, Rau, Tanggul Tlare, Semat, Platar, Teluk Awur, Tegal Sambi, Bulu, Ujung Batu pol Bandengan, Pungkruk dst.


Kemampuan membangun armada maritim tentu didukung dg keahlian warga Jung Jepara. Mereka telah lihai membangun Jung, perahu bahkan kapal2 yang besar yg tak saja untuk perniagaan bahkan angkatan laut. Masyarakat pesisir Jepara yg biasa hidup di lautan, membangkitkan kemampuan mereka dlm pertukangan kayu, menggergaji kayu, membelahnya, mengekernya, memahatnya dst. Mereka itu hidup di sepanjang pesisir Jepara memperkuat basis2 maritim di Wanusobo, Jondang, Bugel, Nganti, Kerso, Sukosono, Sukodono, Petekeyan, Demangan, Mantingan, Krapyak, Karangbagusan, Tahunan, Senenan, Mulyoharjo, Kuwasen, Kedung Cino, Wonorejo, Kecapi, Bulungan, Suwawal, Mlonggo dst... 


Keahlian pertukangan senantiasa menghidupi masyarakat Jepara, walaupun ibu kota Nusantara yg ada di Jepara saat itu dipindah ke wilayah Matraman baik di Solo ataupun jogja. Mereka saat ini masih memproduksi industri kayu yg tak lagi kapal, tp almari, meja, kursi dll

Lagu Indonesia Raya sempat mengalami beberapa perubahan seiring dengan berjalannya waktu.

 Lagu Indonesia Raya sempat mengalami beberapa perubahan seiring dengan berjalannya waktu. Lagu yang pertama kali diciptakan oleh komponis W...