Ratu Kalinyamat tak hanya seorang Rainha De Jepara. Tapi dia seorang Sang Ratu Nusantara, yg mewarisi kejayaan Majapahit. Mengalir di dalam dirinya darah para ratu Nusantara mulai Ratu Shima Kalingga, Ratu Dyah Pitaloka Mataram Kuno, Ratu Kendedes Singasari, Ratu Rajapatni, Ratu Tribuwana Tunggadewi dan Ratu Suhita Majapahit.
Sebagai pelanjut dan pewaris Majapahit, Ratu Kalinyamat mampu mengontrol seluruh Nusantara dari Malaka sampai Papua. Jepara menjadi "The Trully Ibu kota Nusantara" yg memutar roda peradaban Islam Nusantara.
Kekuatan armada maritimnya siaga mulai perairan Mayong, Welahan, Teluk, Batu Kali, Krasak, Karangrandu, Kaliombo, Tedunan, Sowan, Kedung, Surodadi, Panggung, Rau, Tanggul Tlare, Semat, Platar, Teluk Awur, Tegal Sambi, Bulu, Ujung Batu pol Bandengan, Pungkruk dst.
Kemampuan membangun armada maritim tentu didukung dg keahlian warga Jung Jepara. Mereka telah lihai membangun Jung, perahu bahkan kapal2 yang besar yg tak saja untuk perniagaan bahkan angkatan laut. Masyarakat pesisir Jepara yg biasa hidup di lautan, membangkitkan kemampuan mereka dlm pertukangan kayu, menggergaji kayu, membelahnya, mengekernya, memahatnya dst. Mereka itu hidup di sepanjang pesisir Jepara memperkuat basis2 maritim di Wanusobo, Jondang, Bugel, Nganti, Kerso, Sukosono, Sukodono, Petekeyan, Demangan, Mantingan, Krapyak, Karangbagusan, Tahunan, Senenan, Mulyoharjo, Kuwasen, Kedung Cino, Wonorejo, Kecapi, Bulungan, Suwawal, Mlonggo dst...
Keahlian pertukangan senantiasa menghidupi masyarakat Jepara, walaupun ibu kota Nusantara yg ada di Jepara saat itu dipindah ke wilayah Matraman baik di Solo ataupun jogja. Mereka saat ini masih memproduksi industri kayu yg tak lagi kapal, tp almari, meja, kursi dll
Tidak ada komentar:
Posting Komentar